Catatan Perjalanan Helldy Agustian ke Amerika (2)

Helldy Agustian saat makan di Restoran Essenhaus, rumah makan suku Amish Ordo Baru. (*)
Sambungan dari Catatan Perjalanan Helldy Agustian ke Amerika (1)

HARI kedua di Las Vegas, pagi hari saya memberanikan diri bertemu teman kuliah di Universitas Pancasila, yang saat ini berada di Mishawaka Indiana. Perjalannya dari Las Vegas selama 1 jam 30 menit transit di Salt Like City, beda waktu 1 jam dari Las Vegas.

Kemudian melanjutkan ke Chicago. Ternyata Delta Air, pesawat domestik Amerika,  delay selama 1,5 jam. Di negara maju saja ternyata masih ada pesawat yang delay. Supaya tidak komplain,  selama menunggu penumpang di berikan air minum dan kue-kue kecil. Perjalanan ke Chicago selama 3 jam 20 menit , ternyata Chicago beda 1 jam dari Salt Like City atau beda 2 jam dari Las Vegas.               

Penduduk Chicago lebih dari 2 juta orang.  Pusat perbelanjaan hampir sama dengan Orchard Road, Singapura. Namanya Michigan Avenue atau dikenal dengan daerah Dowtown, kotanya Chicago. Udaranya sangat dingin 10 derajat Celcius. Beda dengan Las Vegas di atas 20 derajat Celcius. Yang menarik adalah orang-orangnya ramah tamah dan sopan karena populasi penduduknya banyak dari berbagai negara di dunia. Makanannya pun beraneka ragam dari berbagai negara.

Dari  Chicago melanjutkan perjalanan ke Mishawaka Indiana melalui tol  selama 2,5  jam. Waktu di tempat tujuan beda 1 jam dari Chicago atau mundur 17 jam dari Waktu Indonesia Barat. Bertemu dan makan di Restoran Suku/Komunitas  Amish sangat menyenangkan.  

Orang-orang Amish disebut dengan Deitsch yang berasal dari Jerman. Suku/komunitas Amish hampir sama dengan Baduy yang ada Lebak, Banten. Ada Baduy Luar dan Baduy Dalam. Begitu juga denga suku Amish ada Amish Ordo Lama dan Amish Ordo Baru. Perbedaan kehidupannya dengan melihat secara langsung di daerah Middlebury Indiana yang terdapat Amish Ordo Lama. Mereka kesehariannya menggunakan kereta kuda, seperti di film-film. Mereka tidak menggunakan listrik, mobil, dan masih memelihara kuda, sapi, pertanian, serta sangat konservatif memberlakukan peraturan-peraturan tata cara berpakaian dan perilaku. Garasi mereka dipenuhi oleh kereta kuda, bahkan ada yang lebih dari satu kereta. Suku Amish di Amerika yang terbesar adalah di Ohio dengan jumlah 55.000 orang dan tersebar di 27 negara bagian Amerika. Mereka masuk ke Amerika pada abad 18. Suku Amish cirinya antara lain, laki-laki berjanggut dan perempuannya memakai semacai penutup rambut belakang.

Saya berkesempatan  makan di Restoran Essenhaus, rumah makan suku Amish Ordo Baru. Makananya sangat enak, terutama makanan sayuran dan ayamnya sangat gurih. Luar biasa rumah makan tersebut. Dipenuhi banyak sekali pengunjung dari berbagai kota karena sangat terkenal. Makanannya enak dan mereka juga menjual suvenir dari rajutan tangan. Suku Amish tiap tahunnya melakukan festival di kota Shipshewana, 1 jam perjalanan dari Mishawaka. Pada pertunjukan tersebut, dipertontonkan kerajinan furnitur, makanan, dan  pakaian.   Suku Amish  biasanya nikah tidak boleh dengan orang di luar Amish. Agama yang dianut Kristen Anabaptis. Mereka memiliki gereja sendiri.

Pendidikan di Amerika
Poppy Langer (43), teman saya di SMA 16 Jakarta, bersuamikan keturunan German bernama Mark Langer. Dulu kerja di Arco Jakarta dan pindah beberapa kali di perusahaan oil company selama 15 tahun di Indonesia. Tahun 2002 pindah ke Houston, Texas, karen bekerja di Paradigm (oil service company). Rumah mereka tidak jauh dari Konsulat Indonesia.

Poppy Langer yang berdarah Banten dari garis ibu. Kakek dari Rangkasbitung dan nenek dari Pandeglang. Poppy menuturkan tentang pendidikan di Amerika. Saat wawancara via BlackBerry Messenger dan telepon,  Poppy lagi membuat tumpeng nasi kuning untuk ke sekolah dan memperkenalkan makanan khas Indonesia. Anaknya yang pertama, Salisa, berulang tahun ke-12. Saat ini  kelas 6 mau dan naik kelas 7. Serdangkan anak kedua namanya Annika Langer berumur 7 tahun, kelas 2 mau naik ke kelas 3.

Anak Poppy sekolah di Private School (sekolah swasta) Smaller Scholar Montessory Academy dengan biaya per bulan sekitar 1.000 USD. Di Houston juga ada sekolah swasta Darul Akram khusus untuk umat muslim. Kalau public school (sekolah negeri) di Amerika gratis dari TK sampai SMU, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu dapat tunjangan. Tidak ada alasan anak tidak sekolah karena tidak mampu. Semua peralatan sekolah sampai kebutuhan yang bukan primer, seperti kacamata pun dibayar oleh pemerintah (luar biasa). Asalkan terdaftar di data keluarga kurang mampu. Di Amerika ada foodstamp untuk orang yang tidak mampu belanja kebutuhan sehari-hari di semua supermarket. Mereka yang tidak mampu tidak ada yang kelaparan. Terutama untuk single parent juga mendapat tunjangan, kebenaran data tersebut dapat dilihat dari Sosial Security Amerika.                

Pada kesempatan itu juga saya wawancara langsung mahasiswi Jurusan Finance Indiana University di South Ben kota Mishawaka Indiana bernama Vida Ach dari Padang. Dia kos di rumah sahabat saya kuliah, Dwi Rahayu Dawson Hutami. Vida adalah lulusan UI jurusan Fisip D3. Tahun 2004 sudah tinggal dan menjadi penduduk di Mishawaka. Karena jurusan yang diambil berbeda, jadi mengulang dari awal lagi di universitas negeri Indiana. Menurut Vida, tidak ada tes masuk khusus atau ujian negara. Sistem kuliahnya menggunakan sistem SKS, tesnya hanya bahasa Inggris, matematika, dan sejarah.  Vida Arc sendiri saat ini bekerja sebagai resepsionis di perusahaan Baja bernama Arcelor Mittal (perusahaan India). Bekerja Senin sampai Jumat dengan gaji perjamnya 9 USD. Biasnya dia kerja 8 jam sehari.

Biaya kuliahnya di Indiana sama dengan di Indonesia, bahkan jauh lebih mahal per kredit USD 200. Belum biaya lain-lain atau hampir 1.000 USD. Namun ada beberapa fasilitas bagi penduduk setempat yaitu Apply Student Loan. Pemerintah memberikan pinjaman uang sekolah, besarmya pinjaman berbeda-beda tiap tahunnya tergantung dari Fatsa (Free Aplication for Federal Student Aid). Hal ini untuk kategori S1. Jika S2 tidak dibantu. Pinjaman ini berdasarkan atau dinilai dari gaji pertahun, tax return, tahun kuliah dan lama kuliah. Pinjaman bisa sampai 5.500 USD. Masa kuliah maksimal 6 tahun. Lebih dari itu tidak dapat pinjaman. Jika international student,  mahasiswa dari negara di luar Amerika, biasanya biayanya dobel.  Fasilitas lain yang diberikan juga ada yang bernama Scholarship yaitu beasiswa yang berlaku tiap tahun dengan rata-rata IPK minimal 3 yaitu beasiswa ini diberikan oleh pemerintah, atau dari bank, rumah sakit atau individual.

Di Mishawaka saya juga mendapat kesempatan berkunjung di universitas swasta terkenal yang ada di sana. Namanya Universitas Notre Dame. Dari bangunan dan fasilitas belajar, olah raga, dan perpustakaannya sangat mewah.  

Tempat Ibadah
Ternyata masjid di daerah Houston, menurut Poppy yang mempunyai saudara di  Kota Cilegon bernama Lina di  Taman Cilegon Indah, masjid di daerahnya berjumlah 70 masjid besar. Di sekitar rumahnya Masjid Hamzah dan masid kecil di Al Makkah. Untuk salat Jumat dan salat lain pada saat bulan Ramadhan tidak masalah. Bahkan toko makanan ada dua toko di sekitar rumahnya, Halal Meat atau resto halal . Jumlah penduduk Indonesia di Houston berkisar 6.000 orang. Saat ini sudah ingin membangun masjid Indonesia sendiri. Dana sudah terkumpul 300.000 USD dari IAMC (Indonesia Amerika Muslim Comunity). Saat ini tinggal menentukan lokasi. Di Houston juga ada perkumpulan riung Pasundan. Kebanyakan orang-orang Indonesia yang tinggal kerja di oil company dan sudah lebih dari empat tahun.                             

Hari Jumat saya gabung kembali bersama rombongan di Dysneland Los Angeles setelah melakukan penerbangan dari South Ben Indiana selama 30 menit ke Chicago dan ke Los Angeles 3 jam 20 menit menggunakan pesawat domestik United. Senang rasanya bisa bersilaturahim dengan temen kuliah dan temen SMA. Banyak cerita yang bisa kita ambil hikmahnya.

Ditulis oleh Helldy Agustian dari Indiana, Amerika Serikat.

Source : RadarBanten

You May Also Like

0 komentar