Surprise dari H. Helldy Agustian, Pemandi Jenazah Umroh Gratis

Muhammad Yamin bersama Asnawiah (Istri-red) saat ditemui dirumahnya di Lingkungan Tegalwangi Solor, Rt 02/06, Kelurahan Rawaarum Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. Minggu (19/5)

Yayasan Suara Hati Kita memberangkatkan pergi umroh seorang petugas pemandi jenazah bernama Muhammad Yamin di Kota Cilegon. Seperti apa sosok Yamin? Berikut kisah hidupnya. Bagi kebanyakan orang, pekerjaan memandikan jenazah adalah pekerjaan yang menakutkan. Namun bagi Muhammad Yamin (60), warga RT 02/06 Lingkungan Tegalwangi Solor, Kelurahan Rawaarum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, pekerjaan tersebut merupakan tanggung jawab dan tugas mulia sesama manusia. Yamin sendiri mengaku senang menjalani profesinya sebagai pemandi jenazah yang telah dijalaninnya sejak tahun 2000 lalu.

“Sejak almarhum ayah saya bertugas di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon pada 13 tahun yang lalu, saya sudah mulai membantu di sana untuk memandikan jenazah,” kata Yamin kepada Banten Raya di rumahnya, Minggu (19/5). Meski penghasilan memandikan jenazah tidak mencukupi kebutuhan keluarganya yang hidup dalam serba kekurangan, Yamin, tidak pernah mengeluh dan mematok harga jika setiap kali mendapatkan tugas memandikan jenazah. Bahkan, tidak jarang dirinya mengembalikan upah untuk dirinya itu.

“Ini adalah amanat almarhum ayah saya, kerja saja yang ikhlas. Kalau menerima imbalan lihat orangnya," ujarnya sambil menitikkan air mata mengingat pesan orangtuanya itu.Ayah dari 3 putra dan 2 putri ini, biasa hidup sederhana. Dengan penghasilan yang cukup rendah tidak pernah menyurutkan tekadnya untuk tetap bertahan dengan profesi yang diturunkan ayahnya itu. Tak ayal, warga Grogol dan sekitarnya selalu mempercayakan tugas memandikan jenazah itu kepadanya.

“Alhamdulillah dari orang kecil hingga orang berada selalu mempercayakan tugas itu kepada saya,” ucapnya.

Profesi yang sangat langka, karena butuh keikhlasan yang tinggi dan kepercayaan yang besar. Yamin lah yang memastikan bahwa jenazah sudah benar-benar suci, bersih, siap disalatkan dan kemudian dikuburkan. Karena keikhlasannya itulah dirinya beruntung mendapatkan umrah gratis oleh sebuah Yayasan Suara Hati Kita, sebuah yayasan amal yang bergerak di bidang sosial di Kota Cilegon. Yayasan itu didirikan oleh Helldy Agustian. Rencananya Yamin akan berangkat umroh dan menginjakan kaki di Tanah Suci Mekkah pada 26 Juni 2013.  “Sungguh saya amat terharu, tak diduga, saya dipilih oleh Pak Helldy (Ketua Yayasan-red) untuk dapat berangkat ke Tanah Suci," katanya.

Yamin mengungkapkan, dirinya tidak pernah bermimpi untuk berangkat ke Tanah Suci, karena kondisi perekonomian keluarganya masih jauh dari cukup.

“Boro-boro buat mimpi ke Tanah Suci, mikirin buat beli ikan asin saja, kadang bingung harus beli pakai apa,” ujar Yamin yang di dampingi sang istri tercinta Asnawiah.

Dalam kesempatan itu, Yamin berpesan kepada seluruh petugas memandikan jenazah, agar tetap tawakal dan bersabar, karena dirinya percaya, dengan keikhlasan semuanya akan terwujud. 

“Sesungguhnya rezeki itu ada di tangan Allah, jika kita bekerja dengan ke ikhlasan, maka Allah akan membalasnya dengan berlipat-lipat,” tandas Yamin yang tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat bercerita tentang kisah hidupnya kepada Banten Raya. 

(DARJAT NURYADIN/Banten Raya)

Source : BantenRaya

You May Also Like

0 komentar