Masa Sih Gratis, Kencing Aja Bayar?

 

Tiga bulan lalu, Yayasan Suara Hati Kita Cilegon dilauncing. Publik sedikit terhenyak dengan kerja sosial yang dilakukan yayasan yang dipimpin Helldy Agustian itu. Mereka setengah tidak percaya bahwa yayasan tersebut menyediakan dua mobil ambulan dan dua mobil jenazah gratis bagi warga yang membutuhkannya.

Rabu (21/8), saya bertandang ke Tunas Toyota Cilegon untuk bertemu dengan Helldy Agustian. Ada pesan “serius” yang akan saya sampaikan kepada bos Tunas Toyota tersebut.

Masuk di kantor Tunas Toyota yang selalu terbuka bagi siapapun itu, mata saya langsung tertuju ke ruangan kaca berukuran sekitar 3x6 meter. Itulah ruangan sederhana Helldy, tempat dimana dia menerima orang dengan berbagai tujuan.

Ya, berbagai tujuan. Mereka yang datang bukan hanya berniat membeli mobil, tetapi juga untuk urusan sosial dan lain sebagainya. Kadang, ada juga yang datang sengaja ingin mendapatkan pencerahan dari Enterpreneur Cilegon itu. Maklum, Helldy memang kerap menjadi pemateri soal otak kanan dan entrepreneur. Sang Motivator, begitu saya menyebutnya.

Ramai sekali di ruang kerja Helldy. Ada sekitar lima orang. Saya sengaja menunggu di luar, ditemani Pak Sudarna yang biasa disapa Dana, orang dekat Helldy. Sesekali Pak Kenung Nurcahyono, orang dekat lainnya juga menyapa dan ngobrol di ruangan penuh berkas pesanan mobil itu.

Sejurus kemudian, Tamu-tamu Helldy keluar dan meninggalkan ruangan. Ditemani fotografer BANTEN POS, Ronald Siagian, sayapun masuk dan berbincang-bincang dengan Helldy ditemani Dana dan Kenung.

Obrolan menyinggung soal Yayasan Suara Hati Kita yang dipimpin Helldy. Luar biasa, baru tiga bulan resmi dilauncing, mobil yayasan sosial itu sudah digunakan sedikitnya 80 warga Cilegon. Mulai dari mereka yang menggunakan ambulan untuk membawa pasien ke rumah sakit, hingga mobil jenazah yang digunakan membawa jenazah hingga ke luar daerah seperti Indramayu, Garut, Bogor, dan Jakarta (RS Cipto Mangunkusumo, red).

Ada yang menarik yang diungkapkan Helldy. Saat itu, tak lama setelah Yayasan Suara Hati Kita diresmikan, banyak orang yang ragu tentang program mobil ambulan dan mobil jenazah gratis itu.

Suatu hari, Helldy hadir di sebuah acara walimahan (hajatan, red) di bilangan Pagebagan. Saat itulah dia didatangi beberapa tokoh dan warga yang menanyakan langsung program ambulan dan mobil jenazah itu. “Pak Helldy serius tah lamun kien gratis? Wong sekien mah nguyuh baer bayar masa ambulan gratis,” (Pak Helldy, apa benar memakai ambulan itu gratis? Masa sih orang zaman sekarang mah kencing aja bayar, masa mobil gratis).

Mendengar pertanyaan itu, Helldy kembali menegaskan bahwa semua yang disampaikan adalah benar. Pihak Yayasan tidak meminta bayaran sepeserpun bagi warga yang mau menggunakan mobil ambulance dan mobil jenazah itu. Penjelasan Helldy secara langsung itu sontak membuat warga yakin. Sebab selama ini mereka hanya mendengar dari mulut ke mulut.

Untuk membuktikan, suatu hari wartawan BANTEN POS patah tulang akibat kecelakaan di wilayah Krenceng. Kami butuh ambulan untuk membawa korban ke rumah sakit. Saya langsung menghubungi Helldy tentang kejadian yang menimpa satu reporter kami. Tak lama berselang, ambulan datang ke TKP dan membawa korban ke RSUD Cilegon. Kami hanya didata saja. Sang sopir tidak meminta uang sepeserpun, dikasih pun dengan halus menolak.

Kalaupun harus ke luar daerah, Yayasan Suara Hati Kita tidak mematok uang bensin. Kebijakan yayasan hanya meminta infak untuk bayar tol saja. Itupun semampu pihak pengguna mobil. “Tidak ada tarif, infak semampunya. Selama ini masih tercover oleh yayasan,” kata Helldy.

Subhanallah, luar biasa. Jika lebih banyak yang melakukan lebih langkah mulia seperti apa yang dilakukan Helldy, tentu warga Banten tidak kerepotan jika butuh ambulan. Wallahuallam. (*)

Oleh Iffan Gondrong, Cilegon ( Banten Pos )
.

You May Also Like

0 komentar