Helldy Agustian Dapat Penghargaan Acta Diurna dari PWI Banten

by - 07.13

CILEGON, - Kepala Cabang Tunas Toyota Cilegon yang juga Pembina Sanggar Batik Krakatoa Cilegon, Helldy Agustian mendapat Penghargaan Acta Diurna dari PWI Cabang, yang diberikan langsung oleh Ketua PWI Cabang Banten, Firdaus, Senin 19 Mei 2014.
Penyerahan penghargaan dilakukan di kantor cabang Tunas Toyota Cilegon dengan disaksikan beberapa pengurus PWI Banten seperti Adi Cahyono, Subhan Nur Ulum dan beberapa pengurus lainnya. Firdaus, Ketua PWI Cabang Banten kepada sejumlah wartawan mengatakan, penghargaan ini tidak diberikan kepada sembarang orang.

“Sebelum memutuskan diberikan kepada Bapak Helldy, kami sebelumnya melakukan rapat pleno. Ada banyak calon yang akan kami berikan, namun setelah pleno, kami memutuskan ada lima yang berhak mendapat penghargaan ini," kata Firdaus.

Kelima orang tersebut, yakni Kapolda Banten Brigjen M Zulkarnain, Walikota Cilegon Iman Ariyadi, (Alm) Andy Ilman, Walikota Tangerang Arief Wismansyah dan Helldy Agustian. "Kenapa kami pilih Pak Helldy, karena dedikasi beliau kepada masyarakat pers cukup besar," tambahnya. 

Dedikasi tinggi kepada masyarakat pers yang dimaksud Firdaus adalah saat perayaan Hari Pers Nasional tahun ini, yang mana Helldy memprakarsai lomba batik untuk kalangan wartawan. "Selain itu, beliau punya koleksi koran terbitan nasional Indonesia Raja sejak tahun 1957. Dan sekarang beliau merambah ke bisnis media juga, ini yang tidak ada pada lainnya,” kata Firdaus.

Helldy Agustian mengaku kaget atas penghargaan tersebut dan tidak menyangka akan dapat penghargaan dari PWI Cabang Banten. “Jujur secara pribadi saya kaget dan tidak menyangka akan mendapat penghargaan tersebut. Saya mengadakan lomba batik ketika itu, semata-mata untuk menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan wartawan yang sudah terjalin cukup baik," ujarnya.

Menanggapi koleksi korannya, Helldy mengatakan, informasi merupakan salah satu hal penting dalam masyarakat madani. "Informasi dari media cetak maupun elektronik sekarang sudah menjadi kebutuhan. Tanpa informasi, kita ibarat hidup di hutan,” kata Helldy.

Helldy berharap, masyarakat pers harus tetap konsisten memegang teguh kode etik jurnalistik dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. "Menulis apa adanya dan tidak melanggar kaidah jurnalistik," tuturnya. (*)

Penulis Anto Je’o
Source :  http://ragamcilegon.com/pendidikan/680-helldy-agustian-dapat-penghargaan-acta-diurna-dari-pwi-banten.html

You May Also Like

0 komentar