Yayasan Suara Hati Kita Berikan Bantuan Kepada Bayi Penderita Hidrosefalus

by - 09.37

Putri Annatasya, bayi berusia enam bulan penderita Hidrosefalus di Lingkungan Kalanganyar, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Ketua Yayasan Suara Hati Kita (YSHK) Helldy Agustian, Kamis (7/8), mengunjungi kediaman Putri Annatasya untuk mengantarkan bantuan.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Helldy Agustian langsung mendatangi rumah kediaman penderita hidrosefalus tersebut untuk memberikan sejumlah bantuan uang tunai untuk tambahan berobat serta akan memfasilitasi proses pengobatannya. Putri dari pasangan Feriyanto (21) dan Masturiah (20) itu rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Sebab, selain biaya lebih murah, rumah sakit itu juga memiliki fasilitas lebih lengkap dibandingkan di rumah sakit yang ada di Banten.

Ketua Yayasan Suara Hati Kita, Helldy Agustian mengatakan, pihaknya akan berupaya membantu proses pengobatan Putri Annatasya dengan memberikan fasilitas ambulan gratis untuk antar-jemput ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten dan meminta RSUD Banten untuk merekomendasikan scanning ke RSCM. "Putri butuh perawatan yang intensif. Sementara ini, RSUD di Banten belum ada fasilitas mendukung seperti scanning dan lainnya. Untuk itu kami akan dampingi agar bisa direkomendasikan ke RSCM," kata Helldy saat mendatangi kediaman Putri Annastasya kepada Banten Raya.

Menurut Helldy, pihaknya selain memberikan bantuan berupa mobil ambulance gratis, Yayasan Suara Hati juga memberikan bantuan uang tunai kepada keluarga Putri dan seorang bidan yang akan mendampingi putri selama proses pengobatan. "Kami ingin Putri cepat sembuh dan kembali normal seperti anak-anak seusianya yang lain apalagi Putri masih kecil," ujarnya. Sementara itu, orangtua Putri Annastasya, Feriyanto mengatakan, kepala putri semata wayangnya itu terus membesar hingga melebihi ukuran kepala orang dewasa. Akibat penyakitnya itu, gerak Putri menjadi terbatas bahkan untuk makan dan minum susu membutuhkan waktu yang lebih lama disbanding bayi seusianya. "Jika melihat kondisi anak saya ini sangatlah sedih, untuk makan dan minum saja dia sulit. Sebelumnya, Putri terkena penyakit kuning, tapi setelah usianya mencapai dua bulan kepalanya semakin membesar," katanya.

Feriyanto menjelaskan, dalam mengobati anaknya itu, keluarga mengandalkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebab, anaknya tersebut sudah terdaftar ke BPJS Serang agar dapat mengakses layanan kesehatan gratis. "Untuk mengobati anak saya menggunakan BPJS kelas satu tapi karena iurannya mahal sekarang ganti kelas dua," jelas Feriyanto seraya menyampaikan terimakasih kepada YSHK. "Saya sangat berterima kasih kepada Yayasan Suara Hati Kita terutama pak Helldy, karena sudah mau membantu kami," katanya. (DARJAT NURYADIN ).

Source : Banten Raya

You May Also Like

0 komentar