Berkarya Ingin Lakukan Perubahan Seperti Era Pak Harto

by - 21.57


Partai Berkarya berdasarkan hasil verifikasi dari 34 Provinsi di Indonesia hanya 10 Provinsi yang lolos secara 100 persen termasuk Provinsi Banten. Tentu ingin mengucapkan terimakasih dan apresiassi kepada semua pengurus Partai Berkarya se Provinsi Banten.

"Makanya kita mengadakan rapat pimpinan membahas terkait perkembangan saat ini menjelang Pileg 2019, kalau kita lambat calon legislatif DPRDnya bisa diambil sama orang, kan gitu," kata Ketua DPW Partai Berkarya Banten, H. Helldy Agustian kepada awak media, di sekretariat Partai Berkarya, Jl. Lingkar Selatan, Ciracas, Kota Serang, Sabtu malam (24/2/18).

Menurut Helldy, untuk memenangkan pada konstalasi politik 2019, pihaknya akan melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh, bukan serta-merta melakukan pendekatan bisa dikatakan 'bukan' hanya pendekatana dengan orang yang punya uang.

"Saya ingin mereka memiliki satu visi misi bahwa memang ingin ada kesamaan dan ingin Berkarya," jelasnya.

Ia melanjutkan, mengenai Pilpres 2019, DPW Banten belum diarahkan kemana-kemananya, kata Helldy, Partai Berkarya ini partai baru otomatis masih harus banyak belajar. Kemudian ada tahapan-tahapannya, kalau partai baru yang lain sudah menentukan, terus terang kalau Partai Berkarya belum menentukan arahnya kemana.

"Cuma yang pasti kita masih memeperkuat secara internal, bagaimana internal kita kuatkan dulu," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Helldy, Supaya perwakilan anggota dewannya itu bisa terpenuhi di 8 kabupaten / kota. Sementara Ia menargetkan untuk DPRD tingkat kabupaten / kota 6 kursi, dan DPRD tingkat Provinsi Banten 7 kursi.

"Saya ingin dewannya yang baik, jangan sampai kebijakan yang sudah baik diisi sama orang-orang yang tidak baik. Sementara orang baik mematuhi peraturan yang sudah dibuat sama orang-orang tidak baik, kita ingin menjaga integritas itulah," ujarnya.

Ia menambahkan, mininal disitu ada tokoh masyarakatnya, meskipun beliau tidak punya dana. Menurutnya wajib untuk sama-sama satu misi. Ia ingin melakukan perubahan seperti di era Pak Harto (orde baru), yakni ada stabilitas nasional, ada GBHN, ada pelita, artinya bahwa segala sesuatu harus direncanakan terlebih dahulu.

"Gak mungkin ada bayi yang langsung bisa berjalan, kan logikanya seperti itu, yang baiknya di era Pak Harto akan kita teruskan, yang kurang baiknya akan kita coba perbaiki," ucapnya

Ia berharap partai besutan Tommy Soeharto itu, merupakan partai alternatif yang dipilih oleh masyarakat kenapa dibilang alternatif karena masih baru. "kita juga kan tau diri, yang namanya suatu produk baru. Tapi kalau diilustrasikan sama mobil, mobil baru orang pada seneng, kan gitu," harapnya.

Ia menjelaskan, untuk sistem penyeleksiaan caleg, pihaknya telah membentuk tim penjaringan yang sudah di SK kan oleh ketua DPD masing-masing. Nanti setelah penjaringan baru diplenokan.

"Artinya kita harus tau apakah dia tokoh masyarakat, apakah dia apa? Tim penjaringan ini yang harus tau, dan untuk nomor urut nanti ditentukan oleh ketua DPD masing-masing," tutupnya. (emde)

Source : BantenEkspose.com

You May Also Like

0 komentar