Helldy Agustian, Setelah Kalah dan Gagal Total, Kota Cilegon 2020




Setelah melewati berbagai dinamika politik yang cukup panjang, Pilkada Kota Cilegon 2020 akhirnya diketahui hasilnya melalui hitung cepat yang dilakukan beberapa lembaga survei.

Bagi sebagian kalangan, hasil Pilkada Kota Cilegon 2020 ini cukup mengejutkan. Pasangan calon Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta, dinyatakan ungggul dari lawan-lawannya.

Keungggulan pada Pilkada Kota Cilegon 2020 pasangan calon yang diusung Partai Berkarya dan PKS tersebut, bahkan terpaut jauh di atas petahana Ratu Ati Marliati yang menggandeng politisi Partai Gerindra, Sokhidin.

Nama Helldy Agustian pun menjadi pusat perhatian. Hanya dianggap kuda hitam di Pilkada Kota Cilegon 2020, Helldy tampil mengejutkan setelah satu kali kalah di Pilkada Kota Cilegon 2010 dan satu kali gagal tampil di Pilkada Kota Cilegon 2015.

Perjalanan politik yang terjal, dilewati pria yang dikenal sebagai pengusaha otomotif di Kota Cilegon tersebut. Kemunculannya di panggung politik, berawal di Pilkada 2010. Pada saat itu, Helldy Agustian yang menggandeng Djuher Arief, maju sebagai pasangan calon wali kota dari jalur independen.

Diikuti lima pasangan, Helldy Agustian hanya meraih 14.501 suara atau sekitar 7,73 persen, gagal dan berada di peringkat ketiga di bawah pasangan calon Ali Mujahidin dan Syihabudin Syibli diperingkat kedua yang meraih 67.768 suara atau sekitar 36,13 persen suara.

Pilkada Kota Cilegon 2010, dimenangkan Tubagus Iman Ariyadi–Edi Ariadi yang meraih dukungan 85.543 suara atau total 45,60 persen suara dari total suara sah sebanyak 187.574 suara.

Sedangkan dua pasangan calon lainnya yakni Achyadi Yusuf dan Irvin Andalusianto memperoleh 11.408 suara atau 6,08 persen, pasangan calon Humaidi Husen dan Faridatul Fauziah memperoleh 8.354 suara atau 4,45 persen.

Setelah gagal di Pilkada Kota Cilegon 2010, Helldy Agustian kembali merancang kembali perjuangan politiknya di Pilkada Kota Cilegon 2015. Namun sayang, tidak ada satu pun partai politik atau parpol yang meliriknya. Hingga detik terakhir, Helldy Agustian tak juga mendapat perahu untuk bisa berangkat ke pesta demokrasi.

MEMIMPIN PARPOL SETELAH GAGAL

Tahun berganti, berbagai dinamika politik pun terjadi. Setelah kalah di Pilkada Kota Cilegon 2010 dan tak dapat partai politik atau parpol di Pilkada Kota Cilegon 2015, angin politik justru berhembus menghampirinya.

Di tengah suasana politik Kota Cilegon yang masih hening, partai politik baru bernama Partai Berkarya menunjuknya sebagai Ketua DPD Partai Berkarya Kota Cilegon.

Dari pengusaha, Helldy Agustian masuk gerbang praktis di bawah bendera Partai Berkarya sebagai Ketua DPD Kota Cilegon. Di ruang barunya, Helldy ternyata tak butuh lama. Hingga kemudian ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Provinsi Banten.

Tahun politik pun tiba. Saat dimana kontestasi Pilkada 2020 mulai dibuka. Tiket dari partainya dipegang, pergulatan menuju gelanggang pun dimulai. Bergerak cepat, hingga akhirnya bertemu PKS yang mengajukan Sanuji Pentamarta sebagai pasangannya untuk mengarungi Pilkada Kota Cilegon 2020.

Mereka satu-satunya pasangan calon yang sama-sama menduduki pimpinan parpol tingkat Provinsi Banten. Namun, status itu tertinggi dalam struktural kepengurusan partai di Banten bukan berarti sepi rintangan.

Di tengah perjalanan yang tinggal selangkah lagi mengibarkan pencalonannya bersama Sanuji, dualisme parpol menggoyang. Ketidakpastian hampir merebut asa, mematikan semangat, mengubur mimpi, bahkan kegagalan pilkada lalu bisa saja terulang.

Namun itu ternyata hanyalah badai, ujian menuju kemenangan. Terbukti, Helldy dan Sanuji mencatat kejutan. Begitu pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Kota Cilegon 2020 baru beberapa jam selesai, lembaga survei merili hasil yang mengejutkan.

Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta unggul di Pilkada Kota Cilegon 2020 dari semua lawan, termasuk petahana yang di banyak daerah selalu menang telak atas penantang.***

Sumber : https://kabarbanten.pikiran-rakyat.com/

Admin

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 komentar: