Ingin Sukses Harus Berani Ambil Resiko


INFOtorialbanten - Setiap pribadi, pada prinsipnya adalah seorang pemenang dan punya kesempatan yang sama untuk menjadi sang juara. Demikian diungkapkan  Branch Manager Tunas Toyota Cilegon Helldy Agustian, di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta, saat menjadi pembicara Seminar dan Diskusi “Value Based Leadership” Selasa (10/12).

Dalam kegiatan yang dipusatkan di aula Direktorat Kemahasiswaan UMB, Helldy juga mengungkapkan bahwa meskipun secara lahiriah setiap manusia terlahir sebagai sang juara, dalam kenyataannya masih banyak yang belum menyadari sehingga terkadang mereka terlihat pasrah ketika menerima kenyataan hidup sebagai pecundang. “Saat masih dalam rahim, kita yang saat itu masih berwujud sperma telah melakukan pertarungan yang dahsyat dengan jutaan sel sperma lain dan saling berebut untuk membuahi sel telur hingga akhirnya menjadi satu-satunya sel yang berhasil membuahi sel telur. Sampai di sini, kita sudah menjadi sang juara, dan dalam proses ini, secara tidak langsung, Allah telah menunjukan kepada kita bahwa kita ini adalah sang juara”. kata Helldy.


Untuk menjadi sang juara, memang tidaklah mudah dibutuhkan kesabaran, kerja keras, dan terpenting berani mengambil resiko. Persaingan merupakan hal biasa karena untuk lahir ke dunia pun kita telah bersaing jadi jika kita bersaing dengan sang juara lainnya hal ini merupakan hal biasa. “Kalau tidak berani mengambil resiko, jangan harap bisa berhasil. Kalaupun dari resiko itu membuat kita jatuh, maka kita harus segera bangkit lagi. Jadikan kegagalan itu sebagai motivasi sekaligus hikmah untuk menjadikan kita lebih baik, lebih bermakna dan lebih bermanfaat,” Helldy bersemangat. Helldy juga menyampaikan bahwa siapa pun punya hak sukses, bahkan untuk orang-orang yang tidak sempurna sekalipun.

Helldy memberikan contoh sejumlah tokoh yang tidak sempurna secara fisik namun ia mampu menunjukan kalau dirinya mampu menjadi pribadi yang sukses, semisal Nick Vujicic (motivator dunia asal Australia yang tidak punya tangan dan kaki), kemudian ada Qian Hongyan (gadis China yang menjadi atlet renang dunia meski tidak mempunyai 2 kaki).

"Jika Nick Vujicic dan Qian Hongyan saja dengan keterbasannya mampu meraih mimpi dan menjadi orang terkenal, kenapa kita yang sempurna tidak mampu?" kata Helldy.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pemaparan enterpreneurship dan leadership berdasarkan gaya kepemimpinan berdasarkan ilmu manajemen,namun berdasarkan keberhasilan seseorang ternyata yang paling banyak menonjol dalam hal kreativitasnya dialah yang akan menjadi pemenang bukan sebagai seorang follower.

Usai seminar, peserta yang umumnya mahasiswa angkatan 2011-2012 itu mengaku cukup beruntung dengan mendatangkan pembicara Ketua Yayasan Suara Hati Kita (YSHK) tersebut. Hendra misalnya, mahasiswa jurusan Psikologi ini mengaku cukup apresiatif dengan pemaparan yang disampaikan Helldy. “Isi materinya bagus dan cukup mengena, khususnya ketika membahas tentang pribadi sang juara. Ditambah lagi, dalam penyampaian materinya, Pak Helldy cukup enerjik dan menarik karena sesekali diselingi dengan permainan,” akunya. (*/ib)

Source : Helldy Agustian | IFB | http://infotorialbanten.com/agenda/seremonial/helldy-ingin-sukses-harus-berani-ambil-resiko_i136

You May Also Like

0 komentar