Kartiniku Semangatku

by - 11.52


Tak dapat dipungkiri lagi, peran seorang istri dalam mensuport keberhasilan atau kesuksesan suami sangat besar. Ini sudah dibuktikan banyak pria sukses dan terkenal di dunia mengakui bahwa faktor terbesar kesuksesan mereka karena memiliki istri yang hebat. Para “Kartini” rela berkorban demi mendukung suami. Seperti apa bentuk dukungan para istri?

Sudah 20 tahun, Hany Seviantry mengarungi bahtera rumah tangga bersama Helldy Agustian, Kepala Cabang Tunas Toyota Cilegon. Ia pun sudah tahu betul sifat dan kebiasaan suaminya.  “Bapak itu (Helldy-red) orangnya tidak mau diam. Kalau dilarang kan repot, makanya apapun kegiatan bapak selama masih positif akan saya dukung,” papar ibu yang telah dikarunia tiga anak ini.

Apalagi sekarang kegiatan Helldy semakin padat. Sebagian waktunya banyak dihabiskan di kantor dan luar rumah. Suport Hany pun semakin besar. “Bapak sering pulang malam, untuk itu saya sering mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan. Saya juga menyiapkan vitaman agar bapak selalu bugar dalam beraktivitas,” paparnya.

Tak hanya itu, Hany juga kerap memberikan masukan-masukan positif terhadap suami bila menemukan hal-hal yang dipandang perlu untuk disampaikan. Sebagai misal, Hany mendapat pengaduan dari karyawan suami, yang mungkin tidak berani bila hal tersebut disampaikan langsung ke Helldy. “Biasanya langsung saya sampaikan. Sebagai suami istri, kita harus saling mengingatkan, agar kita selalu berada di jalur yang benar,” imbuh Hany yang selalu berusaha membukakan pintu untuk suaminya saat pulang ke rumah.

Untuk diketahui, selain sebagai ibu rumah tangga, Hany juga sebagai pembina Batik Krakatoa Cilegon dan menangani beberapa bisnis lainnya, seperti bisnis air Ciapus, air minum dalam kemasan, radio, dan properti. Namun kendati banyak kegiatan di luar rumah, Hany tetap menomorsatukan urusan rumah tangga. “Saya melakukan aktivitas di luar rumah setelah suami berangkat ke kantor dan anak-anak pergi ke sekolah. Untuk sarapan, berbelanja, dan antar jemput sekolah sebisa mungkin saya melakukan sendiri,” imbuh mantan pegawai salah satu bank swasta di Jakarta.

Selain mensuport suami, Hany juga berharap kaum perempuan harus menunjukkan bahwa mereka mampu seperti kaum pria dalam meniti pendidikan dan berusaha dalam wirausaha namun tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita. “Wanita harus mampu menyumbangkan hasil karya untuk kemajuan bersama. Sebagai contoh, para remaja putri dan ibu-ibu di Sanggar Batik Krakatoa Cilegon mampu membuat batik tulis yang tidak kalah bagusnya dengan batik tulis yang dihasilkan oleh para perajin batik di Solo, Jogya, Pekalongan, dan Cirebon,” pungkasnya.         

Sementara itu, Helldy Agustian mengakui peran istri sangat besar dalam menggapai kesuksesannya selama ini. “Saya melihat istri seperti sahabat, teman, dan luar biasa pengorbanannya. Malah saya tidak boleh buat kunci duplikat rumah kendati saya sering pulang malam. Biasanya istri membuka pintu tengah malam sekalian menunaikan salat Tahajut, seusai menyajikan kopi atau teh. Dan satu lagi, saya diberi kepercayaan penuh oleh istri.  Dia selalu mensuport kegiatan saya di luar. Hany bilang kalau aktivitas di rumah urusan dirinya dan saya, tapi kalau di luar rumah urusan saya dan Allah. Ini kan lebih berat urusannya,” papar Ketua Yayasan Suara Hati.

Helldy mengungkapkan bentuk kerjasama dengan istri dibangun sejak masa pacaran atau 20 tahun lalu. Dimana sejak pacaran dia sudah mulai menabung bersama. Dari menabung itu sebagian uangnya dipakai untuk makan atau jajan ketika jalan bersama. “Jadi saat pacaran dulu, kalau kita makan, bayarnya pakai duit tabungan tadi. Nggak ada tuh rumusnya siapa yang traktir, kayak pacaran anak zaman sekarang,” papar Helldy sambil tertawa.  (budi)

Source : BantenRaya.com

You May Also Like

0 komentar