Catatan Perjalanan Helldy Agustian ke Amerika (1)

Dari kiri: Doddy Priyanto, Andri Nurcahyadi, dan Helldy Agustian saat di Golden Gate Bridge. (*)

INI kali pertama saya pergi ke Benua Amerika. Alhamdulillah empat benua besar di dunia lainnya sudah dikunjungi  yaitu Asia, Afrika, Australia, dan Eropa. Jadi lengkap sudah bersilaturahim ke lima benua besar di dunia.

Kesempatan jalan-jalan selama sepuluh hari ini didapatkan karena Tunas Toyota Cilegon yang saya pimpin mendapat reward dari Mandiri Tunas Finance (MTF) setelah mencapai target, bahkan melebihi dari target yang ditentukan, sehingga dapat uang saku 900 dolar Amerika.       

Perjalanan menuju San Francisco menggunakan Eva Air dari Jakarta, Minggu (19/5), pukul 15.00  WIB menuju Taiwan tiba pukul 20.30 WIB (perjalanan memakan waktu 5 jam 30 menit atau 21.30 waktu setempat karena ada perbedaan waktu satu jam dengan Taipei, Ibukota Taiwan). Kemudian saya bersama rombongan Tunas Group (Toyota, Daihatsu, MTF, serta HO) berjumlah 45 orang transit selama 2 jam 30 menit atau hingga pukul 23.00 WiB atau 24.00 waktu Taipei. Kami menuju San Francisco dengan jarak tempuh 10.402 km atau dengan waktu tempuh 10 jam 42 menit. Kalau dihitung jarak tempuh bisa dilalui per jamnya 998 km, melalui Samudera Pasifik dan Honolulu. Kota San Francisco termasuk West Coast USA berdekatan dengan Las Vegas, Los Angelas, dan Santa Barbara. Setibanya di San Francisco pukul 10.00 pagi WIB, 20 Mei  atau waktu setempat pukul 20.00 malam, 19 Mei. Perbedaannya 14 jam mundur dari WIB.

Total perjalanan 16 jam 30 menit di pesawat dan transit  2 jam 30 meint sehingga total perjalanan 19 jam. Perjalanan yang sangat panjang sekali hampir sama saat ke Afrika tahun 2007. Tiba di San Francisco, kami menggunakan bus menuju Hotel DoubleTree by Hilton  di sekitar bandara. 

Saat itu pula perlu penyesuaian. Penyesuaian awal yang sangat sulit adalah tidur di mana perbedaan waktu 14 jam. Saat pukul 3.30 subuh tanggal 20 Mei, di Indonesia pukul 17.30 tanggal 20  Mei. Beberapa rekan dari Cilegon banyak yang telepon karena menjelang magrib. Jadi waktu kita kerja di Cilegon, di San Francisco waktunya tidur. Begitu juga sebaliknya. Hampir semua rekan di rombongan tidak ada yang bisa tidur.  Di Amerika, matahari baru terbenam pada pukul 20.00. Artinya lebih panjang siang harinya dibanding malam hari.               

Wisata di San Francisco
Pagi setelah sarapan pukul 8.30 waktu setempat, menggunakan bus kami menuju Golden Gate Bridge (jembatan warna orange tua agak kemerah-merahan) yang terkenal di film-film Amerika. Jembatan ini dibuat 5 Januari 1933 dan diresmikan pada 28 Mei 1937 dengan panjang 2,7 km, berat 887,000 ton, lebar 27 meter, dengan ketinggian permukaan air 67 meter. Tower yang dibuat setinggi 227 meter dari air dan tinggi tower dari jalan 152 meter dengan berat tower 44.400 ton. Pembuat Golden Gate Bridge adalah Joseph Baermann Strauss (1870-1938). Berarti setelah satu tahun diresmikan jembatan tersebut tepatnya di bulan Mei, beliau meninggal dunia.

Joseph Baermann Strauss dikenal sebagai type drawbridge. Tahun 1904 dia mendirikan The Strauss Bascule Bridge Company  di Chicago. Golden Gate Bridge berdekatan dengan Alcatraz (tempat penjara terkejam zaman dahulu) di mana kalau para napi kabur ikan-ikan hiu siap memakan. Saat ini tidak lagi digunakan untuk penjara. Alcatraz tidak digunakan lagi karena penjara tersebut tidak manusiawi. Untuk kebutuhan air serta makanan para napi,  terlalu mahal biayanya bagi pemerintah karena harus dikirim dari daratan. Sekarang akhirnya dijadikan daerah wisata. Namun untuk wisata, pemandangan keduanya dapat juga di lihat dari atas bukit kembar atau yang dikenal dengan nama Twin Peaks.                         

San Francisco adalah kota  Kedua terbesar di USA setelah New York dengan jumlah penduduk 800 ribu dan penduduk Indonesia berkisar 3.000 orang . Pada abad ke 16 di kira San Francisco bukan termasuk wilayah Amerika karena tertutup oleh teluk dan bukit-bukit. Cuacanya ekstrim. Terkadang dingin, terkadang panas. Saat ini tidak dapat ditebak seperti pagi 10 derajat  selsius, siang 20 derajat selsius. Penduduknya bekerja per jam dengan gaji 8 sampai 10 dolar atau per hari mendapat sekitar 80 dolar sekitar kurang dari 800 ribu per hari. Kebiasaannya, setiap maka wajib memberikan 10 persen sebagai tip kepada pelayannya sehingga penghasilan mereka juga besar dari tip tersebut. Pajak sebesar 8,25 persen dari harga.

Yang lucu, rumah penduduknya berbentuk kotak-kotak tanpa genteng dikarenakan pada tahun 1906 pernah ada gempa pukul lima pagi sehingga tidak menggunakan atap lagi hanya dibagian timur saja berbentuk Victoria. Kami juga mengunjungi Fisherman's Wharf, Civic Center, makan di China Town. Yang menerik tentang China Town, hampir seluruh dunia ada. Kalau di Indonesia dikenal dengan daerah kota di wilayah Jakarta.                                         

Kebanggaan Tersendiri
Sejak Desember 2005, di Tunas Toyota saya ditempatkan di Cilegon sampai dengan November 2011. Kurang lebih selama enam tahun menjabat sebagai Kepala Cabang Tunas Toyota Cilegon, terasa tur kali ini sangat membahagiakan hati. Ternyata, saya tur bersama Doddy Priyanto, mantan sales supervisor saya Tunas Toyota Cilegon yang sudah diangkat menjadi Kepala Cabang Tunas Toyota Serang sejak Januari 2009. Kemudian bersama Andri Nurcahyadi, mantan salesman dan supervisor saya juga yang sekarang sudah menjadi Kepala Cabang Bandar Jaya Lampung. Andri Nurcahyadi  lahir di Kampung Gudang, Jombang, Kota Cilegon, yang sudah menjabat Kepala Cabang Bandar Jaya Lampung sejak November 2011.

Alhamdulillah Tunas Toyota Cilegon di bawah kepemimpinan saya telah melahirkan pemimpin baru di jajaran Tunas Toyota. Kebahagiaan tersendiri yang tidak akan terlupakan seumur hidup, ilmu yang bermanfaat semoga menjadi amal yang tidak akan pernah putus sampai akhir hayat dan terus bermanfaat bagi orang lain. Aamiin. 

Ditulis oleh Helldy Agustian dari San Francisco, Amerika Serikat.

Bersambung ke  Catatan Perjalanan Helldy Agustian ke Amerika (2)

You May Also Like

0 komentar